-
-
G
Tampilkan postingan dengan label KREATIVITAS SISWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KREATIVITAS SISWA. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 September 2015

PERSAMI

Gambar 1: kegiatan pembukaan persami SDN 179/I ladang peris gudep 521-522
Gambar 2: kegiatan pembukaan persami SDN 179/I ladang peris gudep 521-521 dibuka secara resmi oleh kamabigus
SDN 179/I ladang peris
 
Gambar 3: Pada malam harinya kegiatan ini juga diisi dengan nonton bareng film edukasi
 
Gambar 4: Tak lupa para panitia dari tokoh karang taruna pemuda Desa Ladang Peris ikut serta memeriahkan acara ini
 
Gambar 5 :  Kegiatan api unggun pukul 00.00 WIB tampak menarik dan khidmat
 
Gambar 6: Pelepasan peserta jelajah alam, para peserta menyambut dengan antusias kegiatan ini

Gambar 7 :Pelaksanaan halang rintang yang begitu menguras ardenalin

 Gambar 8: walaupun berkotor-kotor ria, itu tak memupuskan kekompakkan kami

Rabu, 04 Februari 2015

Mengisi Waktu Luang Melalui Kegiatan Ngasong di Sekolahan


Assalamu'alaikum pembaca ......




Tahun Pelajaran 2014/2015 semester II baru aja dimulai segala aktivitas belajar mengajar pun berlangsung dengan semangat yang baru.         semangat...semangat.....

Disini saya coba berbagi cerita tentang hal yang menarik dari pengalaman belajar dikelas Vb Semester I lalu.........
langsung aja ya .......!!!!! :D

Tahun Ajaran 2014/2015 semester 1 sebentar lagi selesai. Hingar bingar melepas rasa pengat diwaktu ujian terlihat jelas diwajah anak-anak kelas V b. aseekkk ujian selesai, minggu besok ndak belajar..... itu lah kata-kata yang keluar dari bibir polos mereka. Buat saya selaku wali kelas, itu belum "hore dah...." . yah jelas saja, soalnya saya harus menyiapkan lembar penilaian Kurukulum 2013 yang amat ribet dan buuuaaannyyaaaakkk sangat benar-benar menguras tenaga dan otak pikiran..... (uh tolong .. tolong):D. Ya itu mungkin bukan saya saja yang merasakannya, banyak para guru-guru yang lain merasakan hal yang sama. Namun, kami tetap semangat 45......(siiiiiipppp cik gu).Untuk mengisi waktu luang anak, dan di waktu guru mengisi nilai raport para siswa telah saya persiapkan rencana untuk meraktekkan tentang promosi suatu barang. Terang saja mereka sangat senang pada waktu saya memberitahukan hal itu. "untuk mengisi waktu luang kita, anak-anak akan melakukan kegiatan  mempromosikan suatu produk hasil olahan makan dari orang tuamu dirumah, kalian akan berjualan suatu barang dengan berperan sebagai pedagang asongan. Tidak hanya mengasong kalian juga akan Bapak suruh membuat stand didepan kelas. Disamping itu, kalian harus membuat poster ajakan yang menarik dengan tujuannya adalah agar mambuat orang lain terpikat setelah melihat promosi yang kamu buat itu. silahkan kalian membuat patokan harga jual barang dagangan kalian. Untuk kelompok dagangnya, satu kelas Bapak akan bagi menjadi dua kelompok ya ......" ok, siap pak !! teriak siswa dengan semangat. Namanya juga anak-anak, kalau disuruh praktek semangatnya bukan main.........heheheheh :D

Nah, tibalah waktu ngasong tiba. Tepi sebelum mulai ngasong, terlebih dahulu saya menanyakan kesiapan mereka, "bagaimana anak-anak siapkah kalian berjualan .....????" Siap pak.....!!! jawab mereka kompak. 

Dan tak lupa juga, saya menyuruh mereka membuat daftar jual beserta keuntungan yang didapatnya. setelah selesai, mereka langsung beraksi bak seorang penjual asongan keliling.

"misi-misi ada yang mau beli gorengan pisang saya dak......??? rasanya nikmat, renyah, masih anget lagi !!! teriak salah satu siswa menawarkan barang dagangannya.

siswa kelas v b

Tentunya itu sangat menarik bagi saya, terutama melihat gaya mereka yang beraneka ragam. ternyata mereka benar-benar luar biasaaa...!!! dan mungkin itu didapat dari apa yang mereka lihat dilingkungan sehari-harinya. Disini saya juga tau bagaimana kemampuan mereka untuk mengembangkan aspek keterampilan itu memang sangat luar biasa. Yang paling menarik lagi adalah ketika ada saya mendengar mereka memberikan diskon disetiap produk yang mereka jual "beli gorengan satu dapat gambaran tiga, mendengar itu para pembeli pun langsung berkerumun bak semut dikasih gula...." heheheh :D secara tidak langsung mereka telah menanamkan prinsip ekonomi level tinggi lho. waw amazing subhanallah........
siswa putra kelas V b

tak adil kalau saya tidak menceritakan di bagian stand nya,,,,hehehehh,, yuk kita lihat....
siswa putri kelas V b
tidak kalah saing dengan para siswa putra, stand belanja para siswi putri pun begitu ramai. Hal ini terlihat dari antusias para pengunjung yang ingin berbelaja atau hanya sekedar lihat-lihat saja.

Mereka menjajahkan makanannya dengan cukup baik terbukti dari rekor pendapatannya yang tidak jauh berbeda dengan para siswa putra. "semangat semangat jangan menyerah" ....heheheh


aneka jenis makanan

wah hanya dalam tempo kurang dari satu jam barang jualan mereka ludes terjual. sungguh hebat anak-anakku ini,,,,,
ternyata para pembeli benar-benar tertarik dengan metode berjualan para anak-anak kelas V b ini, mereka merasakan sebuah kondisi yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka, dan mungkin bisa berguna dimasa mendatang......

Besar harapan saya selaku wali kelas V b untuk  "Cik gu"  yang lain supaya bisa melakukan hal yang sama atau malah dapat mengembangkan ide yang lebih kreatif lagi dari ini.....
hmm ..... semoga saja 
amminnnn......



trim's
wali 


Selasa, 06 Januari 2015

ASPEK KETERAMPILAN KELAS V (LIMA) b SDN 179/I LADANG PERIS DALAM BALAJAR DAN PEMBELAJARAN

A.   Beberapa Pokok Pikiran Tentang Belajar dan Pembelajaran
Mengapa manusia belajar ? pertanyaan ini berkaitan dengan milinium dengan ketiga yang telah berada didepan pintu. Era ini ditandai dengan perubahan cepat yang terjadi dan sering tidak diantisipasi sebelumnya. Era gelobal menjadikan kita terekspos oleh berbagai kejadian dan tuntunan yang dipersyaratkan di masa yang akan datang. Secara arif perlu di refleksi terhadap cara kita melengkapi diri dalam memenuhi tuntunan tersebut. Bila kita tidak ingin terpelanting dalam era global tersebut, maka dengan itu seorang guru harus mempunyai keinginan besar untuk belajar.
Belajar merupakan kebutuhan hidup yang “self-generating” yang mengupayakan dirinya sendiri, karena sejak lahir manusia memiliki dorongan melangsungkan kehidupan, menuju tujuan tertentu, sadar atau tidak sadar (Adler: Leitlinie=garis hidup). Hal tersebut bukan saja karena ikhtiar untuk melangsungkan hidup bersumber dari dirinya sendiri, ibarat ada self-starter dalam dirinya melainkan juga karena sebagai makhluk sosial ia harus mempertahankan hidup.
Seseorang secara genetis telah lahir dengan suatu organ yang disebut dengan kemampuan umum (intelegensi) yang bersumber dari otak. Apabila struktur otak telah ditententukan secara biologis, berfungsinya otak tersebut sangat dipengaruhi oleh interaksi lingkungannya. 1  jadi apabila lingkungan berpengaruh positif bagi dirinya, kemungkinan besar potensinya tersebut berkembang mencapai realisasi optimal.
,Menanggapi prilaku manusia dalam konteks belajar menurut teori Behaviorisme adalah perubahan prilaku yang terjadi melalui proses stimulus dan respon yang bersifat mekanisme. Ada dua tokoh yang memplopori berkaitan erat dengan teori Behaviorisme yakni Pavlov dan Skinner. Menurut Pavlov membicarakan tentang stimulus yang dipersyaratkan (conditioning reflex)  untuk memberikan respon yang diharapkan oleh lingkungan (reflek yang dikondisikan) selanjutnya disebut dengan classical conditioning. Sedangkan Skinner sedikit agar berbeda yakni menganggap manusia dapat diamati secara langsung adalah akibat dari konsikuensi dari perbuatan sebelumnya. Kalau kosekuensinya menyenangkan, maka hal tersebut diulangi lagi. Konsekuensi-konsekuensi tersebut adalah kekuatan pengulang (reinforcement) untuk berbuat sekali lagi. Teori biasanya disebut dengan operant conditioning.
Bertolak dari teori behaviorisme, teori konstruktivisme lebih menekankan pada padangan psikologi kognitif yang artinya perbuatan belajar bukan hanya apa (isi) pembelajarannya yang penting, melainkan bagaimana mempergunakan peralatan mental kita untuk menguasai hal-hal yang kita pelajari. Pengatahuan itu diciptakan kembali dan dibangun dalam diri seseorang melalui pengalaman, pengamatan, pencernaan (digest), dan pemahamannya.
Sedangkan Klien 2 “proses eksperiensial (pengalaman) yang menghasilkan perubahan prilaku yang relatif permanen dan yang tidak dapat dijelaskan dengan keadaan sementara kedewasaan, atau tendasi alamiah.” Rumusan Klien tersebut yang cendrung sedikit dipengaruhi behavioristik yang menunjuk pada experiential learning,  perlu disela dalam orientasi konstruktivisme yang merupak bagian dari psikologi belajar yang berorientasi humanistik.

B.   PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK
Setiap anak dilahirkan dengan bakat yang merupakan potensi kemampuan (Inherent component of ability) yang berbeda-beda dan terwujud karena interaksi yang dinamis antara keunikan individu dan pengaruh lingkungan. Berbagai kemampuan teraktualisasi beranjak dari berfungsinya otak kita.

Gambar 1: pengembangan kreativitas kelas v b melalui kegiatan keterampilan membuat rak sepatu

Berfungsi otak kita adalah hasil interaksi dari cetakan biru (blue print)  genetis dan pengaruh lingkungan itu. Pada waktu manusia lahir, kelengkapan organisasi otak yang memuat 100-200 miliar sel otak (Teyler, 1997) 3 siap untuk dikembangkan serta diaktualisasi mencapai tingkat perkembangan potensi tertinggi. Jumlah ini mencakup beberapa triliun jenis informasi dalam hidup manusia (Sogan, 1977). 4



Gambar 2: pengembangan potensi anak kelas v b SDN 179/I LADANG PERIS melalui kegiatan keterampilan membuat rak sepatu

Penggunaan sistem kompleks dari proses pengelolaan otak ini sebenarnya sangat menentukan intelegensi maupun kepribadian dan kualitas kehidupan yang dialami oleh seorang manusia, serta kualitas manusia itu sendiri. Untuk meningkatkan kecerdasan anak maka produksi sel neuroglial, yaitu sel khusus yang mengelilingi sel neuron yang merupakan unit dasar otak, dapat ditingkatkan melalui berbagai stimulus yang menambah aktivitas antara sek neuron (synaptic activity),  dan yang memungkinkan akselerasi proses berfikir (Thompson, Berger dan Bery, 1980) 5.

Gambar 3 Aktivitas belajar kelas v b SDN 179/I LADANG PERIS

C.   PENGEMBANGAN SIKAP DAN MINAT TERHADAP PENDIDIKAN SAINS PADA TINGKAT PENDIDIKAN DASAR
Negara-negara berkembang setelah melihat pengalaman negara-negara maju, kini menyadari bahwa moderenisasi dinegara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Jepang bisa terjadi bukan saja karena ada sejumlah pakar sains serta pakar teknologi yang berkompeten dan bertanggung jawab terhadap perkembangan sains dan teknologi, melainkan juga karena jumlah populasi yang melek teknologi, pula memadai.
Perkembangan sikap dan minat pendidikan Sains seyogyanya dimulai sejak dini. Paparan ini mengulas peningkatan pendidikan sains dengan mengembangkan sikap dan minat sejak SD, dengan menciptakan suasana yang kondusif dalam pembelajarannya melalui keterlibatan pendidikan sekolah (formal) maupun luar sekolah (non formal).6

Gambar 4 Pengembangan Sikap dan Minat Terhadap Pendidikan Sains “Membuat Alarm Waspada Banjir” SDN 179/I LADANG PERIS

Dengan beralihnya masyarakat kita dari peradaban agraris ke peradaban mesin dan industri serta informatika, kita mengalami berbagai perubahan cepat akibat dari peningkatan IPTEK yang mempunyai dampak terhadap seluruh dimensi dan berbagai nilai kehidupan.

Gambar 5 Perkenalan IPTEK di SDN 179/I Ladang Peris Melalui Media Audio Visual

Kita menyadari bahwa pesatnya perkembangan ilmu teknologi dewasa ini telah mempercepat perubahan nilai-nilai sosial, yang membawa dampak positif dan negatif terhadap pertumbuhan bangsa kita, terutama kehidupan keluarga.
Globalisasi yang termanifestasikan dalam struktur jaringan global melibatkan semua jaringan dengan tatanan global yang seragam dalam pola hubungan yang bersifat penetratik, kompetitif, rasional, dan pragmantif. 7 dalam berbagai kehidupan kita terutama dalam dimensi ekonomi dan budaya.
Kosekuensinya ialah didalam berbagai penyiapan SDM kita harus bersifat realistis karena globalisasi menjadi tantangan dengan daya saing dan prakarsa, yaitu kemampuan-kemampuan yang belum sepenuhnya menjadi ciri dan budaya kita dan harus disertai kemampuan berpikir rasional, kritis, dan kreatif.
Peradaban dunia yang mengalami berbagai transisi dari era pertanian ke era  industri dan era informasi, menampakan diri secara simultan pada layar kehidupan bangsa Indonesia. Hal ini berdampak terhadap keseluruhan kehidupan masyarakat dan sistem pendidikan kita.

REFERENSI
1.       Semiawan, c.1997. Perspektif Pendidikan Anak Berbakat. Jakarta:Grasindo
2.       Klien, S. B. 1996. Principles and Applications, third edition. New York: McGraw-Hill.         
3.       Clark, B.1986. growing Up Gifted. Colombia, USA: CE Merril Publishing Co.
4.       Ibid,.
5.       Ibid,.
6.      Forum Komunikasi Integral Pendidikan Sains. Diselenggarakan oleh Ditjen Dikti, Dit. P3M. Cisarua, 29 Oktober 1996
7.   Poespowardojo, S.1985. Implementasi Strategi kebudayaan nasional dalam era globalisasi dalam seminar nasional Universitas Mercu Buana dan Lemhanas, 1995.

TINJAUAN PUSTAKA

Semiawan, Conny.2008. Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar. Cet -2-. Indonesia. PT. Macanan Jaya Cemerlang